SHARE

Contoh Bisnis Model Canvas Makanan untuk Kesuksesan Bisnismu

Sovia
Contoh Bisnis Model Canvas Makanan

Saat memulai bisnis kuliner, salah satu hal pertama yang perlu diperhatikan adalah bagaimana merancang model bisnis yang tepat. Bisnis model canvas adalah alat yang bisa membantu memvisualisasikan berbagai aspek penting dalam menjalankan usaha kuliner. 

Dengan memahami dan mengaplikasikan bisnis model canvas, pengusaha kuliner bisa lebih mudah merencanakan strategi dan mengambil keputusan yang mendukung pertumbuhan usaha. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas contoh bisnis model canvas makanan yang bisa menjadi inspirasi untuk bisnis kuliner yang sedang kamu jalankan.

Definisi Bisnis Model Canvas Makanan

Bisnis Model Canvas (BMC) adalah alat yang digunakan untuk merancang, menggambarkan, dan mengelola model bisnis secara visual. 

Dengan bisnis model canvas, pengusaha bisa melihat gambaran besar tentang bagaimana cara bisnis berjalan, mulai dari segmentasi pasar hingga saluran distribusi dan sumber pendapatan. 

Konsep ini memudahkan pengusaha untuk menyusun rencana bisnis yang komprehensif dan dapat dievaluasi secara mudah.

Baca juga: 15 Rekomendasi Bisnis Franchise yang Menguntungkan Modal 5 - 10 Juta di Tahun 2025

Elemen-Elemen Bisnis Model Canvas

Elemen-Elemen Bisnis Model Canvas

Sumber: freepik.com

Sebelum mulai mengimplementasikan Bisnis Model Canvas untuk bisnismu, penting untuk memahami setiap komponen dalam kerangka kerja ini. 

Setiap elemen saling berhubungan dan bekerja bersama, membangun pondasi yang kokoh untuk kesuksesan bisnismu. Berikut beberapa elemen-elemen utamanya:

1. Value Proposition

Value proposition adalah inti dari produk atau bisnismu. Value proposition menciptakan nilai unik yang membuat produkmu berbeda dari yang lain. 

Untuk produk makanan, misalnya, ini bisa berarti rasa yang khas atau kualitas bahan yang istimewa. Inilah yang membuat konsumen memilih produkmu dibandingkan pesaing.

2. Customer Segments

Setiap bisnis perlu memahami siapa konsumen utamanya. Customer segments membagi pelanggan berdasarkan usia, jenis kelamin, minat, dan kebiasaan belanja. 

Memahami seberapa besar pasar serta segmen yang tepat adalah langkah pertama untuk memahami pelangganmu lebih dalam. 

Membuat customer personas di setiap segmen juga bisa membantu kamu lebih mengenali siapa yang menjadi target pasar.

3. Channels

Elemen ini berfokus pada bagaimana kamu mengkomunikasikan bisnis kepada pelanggan. Channels bisa berupa media sosial, email marketing, SEO, PR, blog, atau content marketing. 

Pilih saluran yang tepat agar pesanmu sampai ke audiens yang tepat dengan cara yang paling efektif.

4. Key Resources

Key resources adalah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis, mulai dari fasilitas, peralatan, hingga koneksi internet. Tanpa sumber daya yang tepat, operasional bisnis akan terhambat. 

Jadi, pastikan kamu memiliki akses ke semua yang diperlukan untuk mendukung kegiatan bisnismu.

5. Revenue Streams

Sumber pendapatan bisnis berfungsi untuk memastikan cash flow yang sehat. Mengelola revenue streams dengan baik membantu meningkatkan pendapatan dan keuntungan. 

Mengetahui dari mana saja pendapatan berasal adalah langkah penting dalam memperkuat posisi bisnis di pasar.

6. Customer Relationship

Menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan adalah salah satu kunci sukses dalam bisnis. Elemen ini mempengaruhi citra brand dan produkmu secara keseluruhan. 

Dengan hubungan yang kuat, pelanggan akan merasa lebih loyal dan terus mendukung bisnis yang kamu jalankan.

7. Key Activities

Key activities adalah serangkaian kegiatan yang memastikan produk atau layanan bisnismu terus berkembang. 

Aktivitas ini harus berfokus pada penciptaan nilai yang dapat meningkatkan kualitas produk dan memperkuat bisnis. Tanpa aktivitas yang tepat, tujuan bisnismu bisa sulit tercapai.

8. Key Partnerships

Mitra utama atau key partnerships adalah pihak-pihak yang berperan dalam mendukung operasional bisnis kamu. Bisa berupa supplier, agen distribusi, atau bahkan mitra strategis lainnya. 

Keberadaan mereka akan memastikan kelancaran bisnis dan meningkatkan kepuasan pelanggan dengan lebih efisien.

9. Cost Structure

Cost structure menggambarkan bagaimana alokasi biaya dalam menjalankan operasional bisnis kamu. Ini mencakup segala hal mulai dari biaya produksi, pemasaran, hingga administrasi. 

Mengelola keuangan dengan cermat sangat penting agar bisnis tetap dapat menghasilkan keuntungan yang diharapkan tanpa terjebak dalam biaya berlebihan.

Contoh Bisnis Model Canvas Makanan

Kali ini kita akan membahas contoh bisnis model canvas makanan ringan, yaitu keripik. Makanan ringan seperti keripik sering menjadi pilihan bisnis yang menarik karena tingginya permintaan dan distribusi yang mudah. 

Untuk merancang strategi bisnis yang lebih terstruktur, bisnis model canvas bisa menjadi alat yang sangat berguna. Berikut adalah contoh bisnis model canvas makanan ringan yang bisa kamu jadikan referensi:

Elemen

Bisnis Model Canvas Makanan “Keripik”

Value Proposition

Keripik yang terbuat dari bahan-bahan organik atau memiliki rasa unik bisa menjadi daya tarik utama. Misalnya, keripik dengan rasa pedas atau keripik yang rendah kalori akan menarik bagi konsumen yang lebih peduli dengan kesehatan.

Customer Segments

Keripik memiliki segmen pasar yang luas, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang mencari camilan ringan. Bisnis keripik bisa menyasar pasar lokal atau bahkan ekspor, tergantung pada kualitas produk yang ditawarkan.

Channels

Keripik dapat dijual melalui berbagai channel, baik secara online melalui e-commerce, atau secara offline melalui toko retail. Memilih saluran distribusi yang tepat sangat memengaruhi jangkauan dan pertumbuhan pasar.

Key Resources

Sumber daya yang dibutuhkan dalam industri keripik untuk bisa beroperasi adalah peralatan masak, mulai dari kompor hingga alat khusus. Dibutuhkan juga alat kasir untuk mencatat transaksi penjualan.

Revenue Streams

Pendapatan utama dari bisnis keripik akan diperoleh dari penjualan produk, baik dalam bentuk paket besar atau kemasan kecil yang lebih praktis untuk konsumen.

Customer Relationships

Untuk menjaga hubungan dengan pelanggan, bisnis keripik bisa memanfaatkan media sosial, memberikan diskon, atau bahkan mengadakan event seperti sampling gratis di acara-acara tertentu.

Key Activities

Aktivitas utama dalam bisnis ini termasuk produksi, pemasaran, dan distribusi produk keripik. Setiap kegiatan ini harus dikelola dengan baik untuk memastikan efisiensi dan kualitas.

Key Partnerships

Bermitra dengan supplier bahan baku yang terpercaya serta pihak yang dapat membantu dalam distribusi produk akan memperkuat model bisnis ini.

Cost Structure

Pengeluaran biaya dilakukan untuk membeli bahan baku, tempat produksi, serta menggaji karyawan. Pengusaha harus dapat menyeimbangkan antara pengeluaran dan pendapatan untuk menjaga profitabilitas.

 

Baca juga: 22 Ide Bisnis Makanan Menjanjikan untuk Pemula di 2025 yang Minim Modal!

Kesimpulan

Bisnis kuliner adalah salah satu industri yang terus berkembang dan penuh dengan peluang. Dengan menggunakan bisnis model canvas, kamu bisa merancang dan memetakan bisnis kuliner dengan lebih terstruktur. 

Dengan merancang model bisnis yang jelas, kamu bisa lebih mudah mengambil keputusan dan mengoptimalkan operasional bisnis.

 

Jika kamu membutuhkan modal untuk mengembangkan bisnis kuliner, manfaatkanlah solusi ESB Capital. Dengan program permodalan khusus untuk pengusaha kuliner, kamu bisa mendapatkan pinjaman tanpa jaminan untuk memperluas outlet dan membeli bahan baku. Hubungi kami sekarang dan konsultasikan bisnismu!

SHARE
Promo Kami
Inspirasi Lainnya